KETUKAN TENGAH MALAM.

0

Sepi dan gelap hadirkan cerita singkat.

KUNINGAN, akwnulis. Pelan tapi pasti suara lirih dan ketukan teratur terdengar di pintu kamarku. Tapi tidak terlalu dipedulikan karena mungkin itu adalah bagian kecil dari mimpiku malam ini. Biarkan saja ah.

Tok tok tok!’

Namun ketukan itu kembali hadir seiring berjalannya waktu yang merambati tengah malam menuju dini hari. Aku terus terang terganggu, namun tetap saja diyakini bahwa ini hanya khayalan semata.

Kang… kaaang”

Walah, ternyata panggilan suara itu terdengar nyata. Suara serak tapi bernada. Berasal dari pintu luar kamar tidur utama. Dalam kemalasan maka perlahan memicingkan mata dan berusaha melihat keadaan sekeliling khususnya sumber suara.

Tapi…. ternyata semua gelap gulita. Hanya kehitaman dan sunyi yang menyergap rasa. Ada desir angin yang membuat kebekuan raga, sembari tak tahu dari mana sumbernya.

Suasana hening, raga terdiam. Konsentrasi, sambil memperkirakan posisi yang sebenarnya. Sehingga bisa diperkirakan posisi pintu kamar yang seharusnya.

Ketukan tadi telah hilang, termasuk suara panggilan. Sepi menyelimuti suasana tengah malam, hanya jangkrik yang setia bernyanyi di kejauhan.

Perlahan tapi pasti, kesadaran kembali pulih dan mampu memposisikan keadaan.  Berarti sedang tidur di ranjang dan pintu kamar berada di depan sebelah kiri dekat lemari besar kayu jati andalan.

Tak lupa komat kamit membaca doa yang bisa hafal, tentu baca dalam hati agar tidak menimbulkan kegaduhan. Beringsut turun dari ranjang dengan tangan keduanya ke samping dan ke depan khawatir menabrak sesuatu di tengah gulita yang mulai sedikit menakutkan.

Tok tok tok!’

Jantung hampir copot mendengar ketukan di pintu ternyata ada lagi. Seolah suaranya menggema dan menggetarkan hati, membuat ciut dan harus berhati-hati. Tapi ada hikmahnya juga, menjadi petunjuk arah untuk bergerak menggapai pintu.

Teringat akan smartphone, yang ada fitur flashlightnya, tapi ternyata tidak berdaya karena disimpan di ruang tamu sambil di charge. Wah gawat.

Kaki perlahan melangkah sambil telapak tangan menyasar dinding tembok. Permukaan lemari hingga akhirnya mendekati pintu kamar. Agak ragu untuk memutar anak kunci yang menempel di pintu. Tapi rasa penasaran semakin meningkat, siapa tahu diluar sana memang ada yang membutuhkan pertolongan.

Ayat kursi dan falaq binnas terus dibaca berulang dalam hati. Doa abadi penguat hati. Perlahan tapi pasti, anak kunci diputar ke kiri.

Cetrèk!

Pintu kamar pelan – pelan dibuka. Kegelapan kembali menyeruak dan menyambut raga. Mata dibelalakkan agar bisa menembus kegelapan. Namun ternyata semua gulita, sepi dan rasa dingin menyapa.

Kok nggak ada siapa-siapa ya,?” Bicara sendiri tapi dalam hati. Ada sedikit pergerakan di kuduk sehungga beberapa bulu berdiri. Pertanda ada rasa takut tapi juga penasaran, siapa yang iseng tengah malam begini.

Tiba – tiba mata melihat kilatan cahaya dan siluet gerakan seseorang secara acak di dapur belakang. Bergerak mendekat…. degup jantung bergerak cepat.

***

Ternyata ibu mertua yang sedang mencari sesuatu di laci dapur dengan bantuan cahaya dari senter hape, “Cari apa mah?”

Ibu mertua sedikit terkejut, tapi terlihat wajahnya senang. “Cari lilin, tapi lupa simpannya. Listrik mati kayaknya token listrik habis”

Siyaaap Mah” sebuah jawaban yang bikin plong semua. Hanya dengan gerakan jemari di aplikasi Mbanking, token listrik bisa dibeli dan langsung diisi. Alhamdulillah, lampu – lampu nyala kembali. Wassalam (AKW).

***

#Ceritaliburlebaran
#ceritamudik

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave A Reply

Your email address will not be published.