Menikmati (Ka)Mojang di JEMMA CAFE

0

Ternyata nikmat (ka) mojang coffee teh…

GARUT, akwnulis. Sore hari yang sendu menemani kami berkeliling di garut kota. Mulai dari sekitar pendopo hingga lingkar luar ke daerah sukaregang, tetapi belum berjumpa tempat yang cocok untuk ngopi sore yang menggugah selera.

Maka kemudi berputar kembali membawa moncong kendaraan berbalik arah menuju jalan veteran sesuai dengan arahan seorang millenial yang kebetulan ikut dalam rombongan.

Di sekitar jalan veteran ada tempat kongkow aku bersama besty dan bisa nambah kenalan baru” serunya penuh semangat.

Maka kami berempat generasi kolonial menyesuaikan dengan situasi dan tanpa basa basi ikut melihat kanan kiri demi memburu lokasi cafe agar tidak terlewati. Musti muter lagi kalau kelewat, entar malah malas dan ujung-ujungnya nggak jadi.

Atuh sayang udah jauh – jauh dari bandung ternyata hanya meraih pengalaman hampa, tanpa ada kenikmatan sruputan kopi lokal yang punya rasa spesial.

Nah itu cafenya” seru sang millenial. Langsung diikuti gerakan kepala dan mata para kolonial. Iya benerrr, kuy ah…

Tempatnya strategis di dekat Markas Polisi Militer Garut, dan ternyata setelah masuk ke dalam bukan hanya lantai 1, tetapi sampai lantai 3 dan cukup nyaman untuk ngedate… pacalaaan… ahhh jadi inget masa muda. Kopi adalah pelengkap, bukan hal utama kalau datang ke kafe. Tapi sekarang beda, sruput kopi yang utama.

Yuk ah turun lagi lantai satu dan segera pesan.. kopi yang ready untuk manual brew V60 ada 2 pilihan. Satu arabica kamojang dan satu lagi arabica kerinci. Tapi tentu yang harus dinikmati adalah arabica kamojang dulu ya guys.

Sang barista begitu atraktif menyambut kami dan segera menyambut pesanan manual brew dengan bersegera mempersiapkan peralatan perangnya…. lets go seduh seduh.

Tanpa perlu berlama – lama, tersajilah kopi hitam tanpa gula dengan gelas keramik berwarna krem bersalur hijau…. srupuut.

Hmmm nikmaat… aciditynya medium dengan body menengah yang menyegarkan sementara aftertastenya tetap mengusung fruity dan sedikit tamarind, pokoknya menyegarkan deh… jadi pengn nambah dech.

Tidak salah ini pilihan millenial kita, thank Zie. Makasih juga Om Yud dan Mr Baping. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

Leave A Reply

Your email address will not be published.